Burung Animalia COL 44FQN

Morus capensis

Morus capensis(M. H. C. Lichtenstein, 1823)

Spesies · Nama diterima

Catatan sumber belum memastikan apakah spesies masih hidup saat ini.

Bandingkan
Dokumentasi Morus capensis
Dokumentasi Morus capensis. Identitas mengikuti data sumber. Konteks subjek yang tidak dicatat tetap belum tersedia.Avitopia www.avitopia.net · CC BY-SA 3.0

Jenis kelamin, tahap hidup, kasta, musim, serta konteks di alam liar atau penangkaran belum tercatat.

Kenali spesies ini

Morus capensis adalah burung dalam famili Sulidae. AVONET mencatat habitat utama laut, kategori makanan pemangsa hewan air, dan pola migrasi migrasi parsial. Rerata pengukurannya mencakup panjang paruh dari pangkal tengkorak 91 mm, panjang paruh dari tepi depan lubang hidung 91 mm, lebar paruh pada lubang hidung 23 mm. Warna bulu dan ciri untuk identifikasi lapangan belum tersedia dalam dataset ini.

Kelompok
Burung
Habitat
Laut
Ciri tercatat
Pemangsa hewan air, Mencari makan saat terbang, Migrasi parsial
Konservasi
Belum tersedia dalam sumber yang digunakan.
Lihat sumber

Dokumentasi tambahan

Dokumentasi Morus capensis

Dokumentasi Morus capensis.

Winfried Bruenken ( Amrum ) / Wikimedia Commons · CC BY-SA 2.5

Lihat sumber ↗

Format dikonversi ke AVIF; ukuran diperkecil. Bingkai sumber utuh, tanpa pembesaran; metadata pribadi dihapus.

Jenis kelamin, tahap hidup, kasta, musim, serta konteks di alam liar atau penangkaran belum tercatat.

Bulu, paruh, dan morfologi

AVONET mencatat 9 ukuran langsung yang diringkas sebagai rerata spesies. Data mencakup 4 individu: 2 betina, 2 jantan, dan 0 dengan jenis kelamin tidak tercatat; 4 individu memiliki pengukuran lengkap. Jumlah individu per karakter dapat berbeda. Panjang sayap diukur pada sayap terlipat dari sendi karpal hingga primer terpanjang, bukan bentang kedua sayap. Indeks hand-wing (HWI) menunjukkan bentuk sayap. Massa memiliki sumber terpisah dan ditampilkan bersama konteksnya. Warna dan pola bulu belum tersedia dalam sumber yang digunakan.

Rujukan bagian ini: [1].

Ciri terstruktur dan konteks sumber
CiriNilaiKonteks dan rujukan
Panjang paruh dari pangkal tengkorak91 mmRerata spesies; pengukuran langsungRujukan [1] · AVONET1:Sequence=2279:Beak.Length_Culmen
Panjang paruh dari tepi depan lubang hidung91 mmRerata spesies; pengukuran langsungRujukan [1] · AVONET1:Sequence=2279:Beak.Length_Nares
Lebar paruh pada lubang hidung23 mmRerata spesies; pengukuran langsungRujukan [1] · AVONET1:Sequence=2279:Beak.Width
Tinggi paruh pada lubang hidung29,1 mmRerata spesies; pengukuran langsungRujukan [1] · AVONET1:Sequence=2279:Beak.Depth
Panjang tarsus59,4 mmRerata spesies; pengukuran langsungRujukan [1] · AVONET1:Sequence=2279:Tarsus.Length
Panjang sayap terlipat dari sendi karpal449,8 mmRerata spesies; pengukuran langsungRujukan [1] · AVONET1:Sequence=2279:Wing.Length
Jarak Kipp: ujung sekunder pertama ke primer terpanjang269 mmRerata spesies; pengukuran langsungRujukan [1] · AVONET1:Sequence=2279:Kipps.Distance
Panjang bulu sekunder pertama dari sendi karpal180,8 mmRerata spesies; pengukuran langsungRujukan [1] · AVONET1:Sequence=2279:Secondary1
Panjang bulu ekor terpanjang dari pangkal173 mmRerata spesies; pengukuran langsungRujukan [1] · AVONET1:Sequence=2279:Tail.Length
Indeks hand-wing (HWI)59,8Indeks bentuk sayap, bukan bentang sayapRujukan [1] · AVONET1:Sequence=2279:Hand-Wing.Index

Habitat dan persebaran

AVONET mencatat batas lintang -33,84° hingga -25,72° dan luas wilayah terpetakan 2,93 km². Bagian peta sumber yang digunakan mencakup status masih ada (extant), asli (native) atau diintroduksi kembali (reintroduced), serta menetap atau berbiak. Data rentang lama ini tidak menunjukkan catatan kemunculan terkini, daftar negara, jumlah populasi, atau Extent of Occurrence. Habitat utamanya berkategori laut, dengan struktur terbuka menurut definisi dataset.

Rujukan bagian ini: [1].

Persebaran ini merangkum informasi dari sumber. Catatan kemunculan tidak menunjukkan ukuran populasi atau seluruh wilayah persebaran spesies.

Perilaku dan makanan

Menurut kategori AVONET, burung ini lebih banyak mencari makan ketika berada dalam penerbangan. Pola perpindahannya: migrasi parsial: sebagian populasi berpindah jauh atau sebagian besar melakukan perpindahan pendek, nomadik, atau altitudinal. Kategori makanannya adalah pemangsa hewan air (hewan air), dengan tingkat trofik karnivora. Ringkasan pada tingkat spesies ini tidak menggambarkan makanan, perilaku, atau perpindahan setiap individu.

Rujukan bagian ini: [1].

Reproduksi dan siklus hidup

Belum tersedia dalam sumber yang digunakan.

Hubungan ekologis

AVONET menempatkan Morus capensis dalam kategori pemangsa hewan air dengan habitat utama laut. Kategori makanan spesifik memakai ambang 60% sumber makanan. Kategori tingkat trofik memakai ambang 70% untuk herbivora, karnivora, atau pemakan bangkai; omnivora menggunakan beberapa tingkat secara relatif seimbang. Data ini tidak memuat sensus kelimpahan, hubungan ekologis di satu lokasi, atau tren populasi.

Pengukuran dengan konteks

Massa rerata dalam AVONET: 2643.37 g
Tahap hidup belum tercatat · Konteks di alam liar atau penangkaran belum tercatat
Asal massa: Dunning. Nilai spesies gabungan jantan/betina; berasal dari literatur atau sumber massa terpisah, bukan maksimum dan bukan massa setiap individu. Jumlah sampel pengukuran dimensi tubuh tidak diterapkan pada massa.
Rujukan [1] · AVONET1:Sequence=2279:Mass

Konservasi dan perlindungan

Belum tersedia dalam sumber yang digunakan.

Kategori risiko kepunahan IUCN, pengaturan perdagangan CITES, dan perlindungan nasional adalah tiga informasi berbeda. Data yang belum tersedia tidak berarti aman atau tidak dilindungi.

Referensi dan jejak sumber

Lisensi materi turunan: CC BY 4.0 (AVONET); media berlisensi masing-masing. Foto dan ilustrasi mengikuti lisensi masing-masing.

Identitas takson: Catalogue of Life Base, dataset 316321, entri 44FQN. Status dan klasifikasi mengikuti versi tersebut. Lihat cara menelusuri dan mengutip fakta.